Berita - Mikrokontroler Terapan
Akademik Elearning Perpustakaan Diskusi
Polling

Loading...

Statistik Pengunjung

Hit hari ini :  
Hit bulan ini :  
Hit tahun ini :  
Total Hit :  
Total Pengunjung :  
1 pengunjung online
Kategori : Artikel

MODUL PRAKTEK MIKROKONTROLER MCS-51

1. Mikrokontroler

          Mikrokontroler AT89S51 merupakan versi terbaru dibandingkan mikrokontroler AT89C51 yang telah banyak digunakan saat ini. Mikrokontroler AT89S51 merupakan mikrokontroler CMOS 8 bit dengan 4 Kbyte Flash Programmable and Erasable Read Only Memory (PEROM). Mikrokontroler ini berteknologi non volatile kecepatan tinggi dari atmel yang kompatibel dengan keluaran mikrokontroler MCS-51 baik set instruksinya maupun pin-pinnya.

Berikut ini adalah spesifikasi penting mikrokontroler AT89S51 :

  1. Kompatibel dengan keluarga mikrokontroler MCS-51.
  2. 4 Kbyte In-System Programming (ISP) flash memori dengan kemampuan 1000 kali tulis/hapus.
  3. Tegangan kerja 4-5 V.
  4. Bekerja dengan rentang frekuensi 0-33 Mhz.
  5. 128 x 8 bit RAM internal.
  6. 32 jalur I/0 yang dapat diprogram.
  7. Tiga buah 16 bit timer/counter.
  8. Saluran full-duplex serial UART.
  9. Dual data pointer.
  10. Mode pemrograman ISP yang fleksibel (byte dan page mode)
  11. Tersedia dengan kemasan :
    • 40 – Pin DIP
    • 44 – Pin PICC
    • 44 – Pin PQFP
  12. Hemat catu daya dan power down modes.
  13. Watch dog timer.
  14. 6 buah sumber interupsi.

 

1.1. Pin-Pin Mikrokontroler AT89S51

         Susunan  pena-pena  mikrokontroler  AT89S51  seperti  gambar 1.  dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Pin 1 sampai 8 adalah port 1, merupakan port parallel 8 bit dua arah (bidirectional) yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
  2. Pin 9 (reset) adalah masukan reset (aktif tinggi). Pena ini dihubungkan dengan rangkaian power on reset yang terdiri dari sebuah resistor dan sebuah kapasitor.
  3. Pin 10 sampai 17 (port 3) adalah port parallel 8 bit dua arah yang memiliki fungsi pengganti. Fungsi pengganti meluputi TXD (transmitte data), RXD (Receive data), Int0 (Interupt 0), Int1 (Interrupt 1), T0 (Timer 0), T1 (Timer 1), WR (Write) dan RD (Read)
  4. Pin 18 (X-TAL 1) adalah pena masukan kerangkaian osilator internal sebuah osilator kristal atau sumber osilator luar dapat digunakan.
  5. Pin 19 (X-TAL 2) adalah pena keluar kerangkaian osilator internal. Pena ini dipakai bila menggunakan osilator Kristal.
  6. Pin 20 (ground) dihubungkan ke VSS atau ground.
  7. Pin 21 sampai 28 (port 2) adalah port parallel 8 bit dua  arah (bidirectional). Port 2 ini mengirim byte alamat bila dilakukan pengaksesan memory external.
  8. Pin 29 adalah pena PSEN (Program Store Enable) yang merupakan sinyal pengontrolan yang membolehkan program memory external masuk ke dalam bus selama proses pemberian / pengambilan instruksi.
  9. Pin 30 adalah ALE (Address Latch Enable) yang digunakan untuk menahan alamat memori external selama pelaksanaan instruksi.
  10. Pin 31 (EA = Enable Addres ). Bila pena ini diberi logika tinggi (High) mikrokontroler melaksanakan instruksi dari ROM / PEROM ketika isi program counter kurang dari 4096. Bila diberi logika rendah (low), Mikrokontroler akan melaksanakan seluruh instruksi dari memori program luar.
  11. Pin 32 sampai 39 (port 0) adalah port parallel 8 bit (open drain) dua arah. Bila digunakan untuk mengakses    program port ini akan memultipleks alamat memori dengan data.
  12. Pin 40 merupakan VCC, dihubungkan ke tegangan 4-5 V.

Konfigurasi pin-pin IC mikrokontroler AT89S51 ditunjukkan pada gambar

Gambar 1. Susunan Pin-Pin IC Mikrokontroler AT89S51

 

1.2. Blok Diagram Mikrokontroler AT89S51

          Blok diagram mikrokontroler AT89S51 diperlihatkan pada gambar 2.

Gambar 2.  Blok Diagram IC Mikrokontroler AT89S51

 

1.3. Memori Program

          Memori program atau ROM (Read Only Memory) adalah tempat penyimpanan data yang permanen. Memori program bersifat non-volatile artinya data-data yang telah disimpan dalam suatu alamat memori tidak akan hilang direset maka eksekusi dimulai dari alamat 0000h, setiap instruksi memiliki lokasi tetap dalam program. Interupsi menyebabkan CPU melompat ke lokasi tersebut dimana pada lokasi tersebut terdapat subrutin yang harus dikerjakan, gambar 3. menunjukkan hubungan memori external dengan mikrokontroler.

Gambar 3. Sinyal Pemrograman Mikrokontroler

        Gambar 3. merupakan proses pensinyalan pemrograman EEPROM sebagai penyimpanan data. Port 0 dan port 2 digunakan untuk menghubungkan EEPROM, bus data dan bus alamat. Port 0 memultipleks alamat dan data. Port ini mengirim  byte  kemudian  port  ini  akan  berada  pada  keadaan mengambang menunggu datangnya kode byte dari memori program. Selama waktu dari PC, sunyal ALE dikirimkan sehingga port 2 mengirimkan byte tinggi PC, lalu PSEN mengirimkan sinyal ke EEPROM agar mikrokontroler dapat membaca kode bytenya.

 

1.4. Memori Data

           Memori data atau RAM (Random Acces Memory) adalah tempat penyimpanan data yang bersifat sementara. Memori ini bersifat volatile yaitu data akan hilang apabila catu daya terputus. Pada memori data dapat dilakukan pembacaan maupun penulisan.

 

1.5. Register AT89S51

           Register merupakan penampung data sementara yang terletak di dalam CPU mikrokontroler AT89S51 mempunyai register-register sebagai berikut:

  1. Accumulator (Register A)

Akumulator merupakan  sebuah register 8 Bit yang menjadi pusat dari semua operasi akumulator termasuk operasi aritmatika dan operasi logika.

  1. Register B

Register ini memiliki fungsi yang sama dengan register A

  1. Program Counter (PC)

Pencacah program (Program Counter) merupakan sebuah register 16 Bit yang selalu menunjukkan lokasi memori dari instruksi yang akan dibaca. Pada saat reset atau Power-Up, PC selalu bernilai 0000H dan nilai tersebut akan bertambah setiap sebuah instruksi diproses.

  1. Data Pointer (DPTR)

Data pointer (DPTR) merupakan register 16 bit yang terletak dialamat 82h untuk DPL dan 83h untuk DPH dan biasanya digunakan untuk mengakses data atau source code yang terletak di memori eksternal.

  1. Stack Pointer (SP)

Stack pointer merupakan sebuah register 8 Bit yang mempunyai fungsi khusus sebagai penunjuk alamat atau data yang berada paling atas pada operasi penumpukan (Stack) RAM.

  1. Program Status Word (PSW).

Register  ini  berisi  beberapa  bit  status  yang  mencerminkan  keadaaan mikrokontroler. Defenisi dari bit-bit dalam PSW dijelaskan seperti berikut:

Tabel 1. Bit Bit dalam Program Status Word (PSW)

CY

AC

FO

RS 1

RS 2

AV

-

P

  • Bit Carry Flag (CY)
  • Bit Carry (bit ke 8), carry akan menunjukkan apakah operasi penjumlahan mengndung borrow. Apabila operasi ini mengandung carry maka bit ini akan diset satu, sedangkan jika mengandung borrow maka bit ini akan diset nol. Carry dimanfaatkan sebagai bit kedelapan untuk operasi penggeseran (shift) atau perputaran (rotary).
  • Bit Auxiliary Carry (AC)

Bit ini menunjukkan adanya carry (bawaan) dari bit ketiga menuju bit ke empat pada operasi aritmatika atau dari 4 bit terendah ke 4 bit tertinggi.

  • Bit Flag (FO)

Bit ini menunjukkan apakah pada hasil operasi nol atau tidak. Apabila hasil operasinya adalah 0 maka bit diset 1 dan sebaliknya apabila hasil operasinya 1 maka bit ini akan diset 0.

  • Bit Register Select (RS)

RSH dan RSL digunakan untuk memilih bank register. Delapan buah register ini merupakan register serbaguna.

 

  1. Power Control Register

Power Control Register (PCON) terdiri atas beberapa macam bit control dengan konfigurasi seperti ditunjukkan pada tabel 2 :

Tabel 2, Konfigurasi bit power control register

SMOP

-

-

-

GF 1

GFO

PD

IDL

MSB

  • SMOP bernilai 1 untuk melipatgandakan baudrate saat serial port dijalankan.
  • General Porpose Flag digunakan untuk aplikasi user.
  • Power Down bernilai 1 untuk mengatifkan mode power down.
  • IDL bernilai 2 untuk mengaktifkan model idle.

 

1.6. Struktur Pengoperasian Port

  1. Port Input / Output

          One Chip Mikrokontroler ini memiliki 32 jalur Port yang dibagi menjadi 4 buah Port 8 Bit. Masing-masing port ini bersifat bidirectional sehingga dapat digunakan sebagai input atau output port. Pada blok diagram 89S51 dapat dilihat latch tiap bit pada ke empat port : port 0, port 1, port 2, port 3, masing-masing jalur port terdiri dari latch, output driver dan input buffer. Port 0 dan Port 2 dapat digunakan sebagai saluran data dan alamat. Port 2 khusus digunakan sebagai saluran alamat, sedangkan port 0 dapat digunakan sebagai saluran data dan alamat sekaligus yang dimultipleks. Untuk mengakses memori eksternal, port 0 akan mengeluarkan alamat bawah memori eksternal yang dimultipleks dengan data yang dibaca dan ditulis. Sedangkan port 2 mengeluarkan bagian atas eksternal sehingga total alamat semuanya 16 byte.

1.

Port 3.0

: Port input serial, RXD.

2.

Port 3.1

: Port output serial , TXD

3.

Port 3.2

: Input interpsi eksternal, INT 0.

4.

Port 3.3

: Input interupsi internal, INT 1.

5.

Port 3.4

: Input eksternal untuk timer/counter,0, T0.

6.

Port 3.5

: Input interupsi eksternal 1, T1

7.

Port 3.6

: Sinyal tulis memori eksternal,WR.

8.

Port 3.7

: Sinyal baca memori eksternal,RD.

          Latch yang digunakan dapat dipresentasikan dengan D flip-flop. Data dari bus internal di latch saat CPU memberi sinyal tulis ke latch ouput diberikan ke bus internal sebagai respon dari sinyal baca pin dari CPU. Beberapa instruksi yang berfungsi membaca port mengaktifkan sinyal baca latch dan yang lain, mengaktifkan sinyal baca pin. Port 1, Port 2, Port 3, mempunyai pull-up internal, sedangkan port 0 sebagai input atau ouput open drain. Masing – masing jalur I/O dapat digunakan sebagai input atau output. Bila digunakan input, port latch harus 1. Untuk port 1, 2 dan 3, pin-pin akan di pull – up tinggi oleh pull – up internet, dan bisa juga di pull–up rendah dengan sumber eksternal.

          Port 0 tidak mempunyai pull – up internal. Pull–up hanya digunakan saat akses eksternal memori. Jika isi latch diatur pada keadaan 1 maka port ini akan berimpedensi tinggi dan jika sebagai output akan bersifat open drain. Demikian halnya dengan port 2 yang digunakan untuk multipleks data dan alamat 16 bit sebesar 16 kbyte mempunyai konfigurasi yang sama dengan yang dimiliki port 0.

          Sedangkan pada port 3 yang bisa dimanfaatkan untuk kaki control mempunyai pengaturan fungsi keluar saja. Pada port ini dilengkapi dengan rangkaian pull-up internal. Pengguanaan port 3 dapat diamati langsung sebagai kontrol pada tugas yang dimiliki oleh port ini.

 

  1. Timer / Counter

          One chip mikrokontroler memiliki 2 timer yang dapat dikonfigurasikan beroperasi sebagai timer atau counter. Saat berfungsi sebagai timer, isi register timer ditambahkan 1 untuk tiap siklus mesin, sedangkan untuk fungsi counter isi register akan bertambah setiap ada transisi sinyal pada pin input eksternal. Pada pemanfaatan sebagai counter, sinyal masukan yang dimaksudkan dapat berupa low level atau falling adge tregger. Counter akan mencegah setiap masukan yang ada sesuai inisialisasi harga awal ini berupa nilai present negatif counter mencegah counter yang diatur sebelum counter dijalankan.

          Demikian halnya dengan pemanfaatan timer yang memerlukan inisialisasi awal berupa konstanta waktu yang menentukan sampai lama akan terjadi roll over. Penentuan harga preset ini berhubungan dengan penggunaan frekuensi clolck dai sistem waktu sampling dari counter untuk mencegah suatu pulsa masukan dari luar dengan memafaatkan kontrol interupsi yang ada serta pengaturan program. Sebagai tambahan pada pemilihan counter / timer, timer 0, dan timer 1, mempunai 4 buah modul yang dapat dipilih dnegnan mentukan pasangan bit M0 dan MI pada regeister TMOD. Untuk pemiliha timer/ counter dikontrol dengan bit C/T di TMOD.

  1. Mode 0

Pada 0 ini timer register dikonfigurasi sebagai register 13 bit. Ke- 13 bit regeister tersebut terdiri dari 8 bit THI dan 6 bit TLI. Selama perhitungan roll over dari semua 1 ke semua 0, TFI ( Timer Interrupt Flag) di set. Pada dasarnya operasi mode 0 sama untuk timer 0 dan timer 1.

  1. Mode 1.

Mode 1 adalah timer register 16 bit dan dapat generator boudrate. Operasi mode 1 sama dengan operasi mode 0.

  1. Mode 2.

Mode 2 adalah timer register dengan konfigurasi 8 bit counter (TLI)outo reload. Overflow dari TLI tidak hanya mester TFI dapat juga mereload TLI dengan nisi THI, setelah reload isi THI tidak akan berubah. Operasi mode ini juga sama dengan timer / counter 0.

  1. Mode 3.

Pada mode ini timer 1 tidak bekerja . Sedangkan timer 0 menjadi counter yang terpisah. TL 0 digunakan sebagai but kontrol untuk timer 0, C.T, GATE, TRO, INTO dan TFO seolah – olah mengontrol timer 1.

 

1.7. Sistem Interupsi.

          Mikrokontoller AT 89S51 mempunyai 6 sumber interupsi. Dua sumber merupakan sumber eksternal INTO dan INTI. Kedua interupsi eksternal dapat aktif level atau aktif transisi tergantung isi IT 0 R1 dan Ti pada register TCON. Interupsi timer dan timer 1 aktif pada saat timer yang sesuai mengalami roll – over. Interupsi serial dibangkitkan dengan melakukan operasi OR dan RI dan Ti. Tiap – tiap sumber interupsi dapat enable atau disable secara software.

         Tingkat prioritas semua sumber interupsi dapat diprogram sendiri-sendiri dengan set atau clear bit. Interupsi tingkat rendah dapat diinterupsi oleh interupsi yang mempunyai tingkat yang lebih tinggi, tetapi tidak untuk sebaliknya. Walaupun demikian interupsi yang mempuyai tingkat lebih tinggi tidak bisa mengintrupsi yang lain.

 

1.8. CMHMOS Power Reduction Modes.

          CHMOS lebih baik dipakai sebagai standar opersi untuk aplikasi dengan konsumsi daya yang relatif kritis. Versi CHMOS reduksi daya mempunyai mode (Ideal dan power down). Untuk mode power down diaktifkan dengan men-set register PCON I dimana on chip osilator dimatikan sehingga fungsi pada sistem terhenti dengan keadaan SFRs dan RAM internal tetap dipertahankan. Reset perangkat keras merupakan cara keluar dari mode ini, dimana reset SFRs didefinisikan kembali sedangkan RAM tetap diperhatikan. Pengesetan PCONO berarti mengaktifkan mode idle, pada mode ini internet clock dilepaskan dari CPU melalui gerbang logika denga interrupt, timer dan fungsi serial lainnya tetap diperhatikan. Untuk keluar dari mode ini melalui interrupt yang menyebabkan PCONO diclearkan secara hardware.

 

1.9. Serial Interface

          Selain komunikasi data Interupsi melalui port- port yang dimiliki mikrokontroler juga terdapat sama untuk komunikasi secara seeri yaitu sebagai shift register atau sebagai universal asynchronous receiver transmitter tergantung pada pengaturan mode yang terdapat pada register SCON. Kedua register penerima dan pengirim dari port serial diakses ke register SBUF.

 

2. Light Emitting Diode (LED)

           Light Emitting Diode (LED) merupakan suatu dioda dimana jika diberi arus maju akan menghasilkan sinar (cahaya). Cahaya yang dipancarkan oleh sebuah dioda terjadi apabila sebuah elektron yang berada di pita konduksi dari sebuah semi konduktor jatuh ke dalam sebuah lubang yang berada puncak pita valensi sehingga Eg dilepaskan.

          LED biasanya digunakan untuk menunjukkan status informasi kepada pemakai. Penyaji LED terdapat dalam beberapa bentuk. Tiga diantaranya adalah :

  1. Penyaji LED Tunggal
  1. Penyaji LED 7 segmen dan
  1. Penyaji LED Matrik titik

          LED Tunggal adalah diode yang saturasi pada tegangannya sebesar 1,5 volt s/d 2,4 volt. Ini adalah alat yang dapat memacarkan cahaya terlihat LED yang paling sering digunakan adalah LED Merah. Bila arus LED bertambah besar, maka tegangan pun turut bertambah. Secara khas, arus LED sebesar 10-20 mA sudah cukup menghasilkan cahaya yang memadai untuk kebanyakan  aflikasi. Arus LED maksimum biasanya berkisar sekitar 50 mA.

Gambar 4. Rangkaian Dasar LED

Pada  gambar  4.  diatas  menunjukkan  rangkaian  umum  yang  sering digunakan. Arus LED yang mengalir dalam rangkaian tersebut dapat dihitung :

           Sinar yang dihasilkan pada LED tergantung dari jenis doping yang diberikan. Jenis doping yang sering digunakan adalah Galium Arsenat (GA Asp) yang menghasilkan sinar infra merah. Galium Postpita (Ga As P) menghasilkan sinar warna merah atau kuning.

 

3. LED Matrik

          LED Matrik merupakan kumpulan sumber/titik sumber cahaya (LED) yang tersusun menjadi sejumlah kolom dan baris. Contohnya, pada tulisan ini menggunakan matriks 7 baris x 16 kolom LED, jadi dalam displaynya terpasang sebanyak 112 buah LED. Ke 112 buah LED ini dapat menghasilkan maksimum 8 karakter tampilan sekaligus.

          Untuk memperagakan karakter dalam tampilan matriks LED yang diperlukan tidak dinyalakan secar serentak. Biasanya LED-LED ini diaktifkan baris demi baris dengan cepat sesuai dengan karakter yang diketikkan dalam PC. Tampilan karakter dalam display matrik LED yang kita rancang nantinya adalah berbentuk berjalan dari kanan ke kiri. Dimana tampilan ini dimaksudkan agar dapat menampilkan teks yang banyak dalam media yang sempit (hanya 8 karakter sekali tampil).

         

4. Pengerak 4094

          Adapun konfigurasi pin-pin IC pengerak 4094 yang terlihat pada gambar 5:

Gambar 5. Konfigurasi Pin-Pin IC Penggerak 4094

 

           Diagram logik  bagian dalam IC 4094 seperti ditunjukkan  pada gambar 6. IC 4094 adalah sebuah alat pintu gerbang CMOS yang memiliki kecepatan tingi dan mempunyai pin yang dapat dihubungkan dengna 4094 dari seri 4000B. IC 4094 ini menurut jenisnya sesuai dengan standart JEDEC No. 7A.

Gambar 6. 4094 Diagram Logic IC 4094

          IC 4094 merupakan daftar perubahan serial 8 tahap yang memiliki tempat penyimpanan yang digabungkan dengan masin-masing tahap pada strobing data dari serial input (D) ke buffred paralled output 3 tahap (QP0 ke QP7). Output parallel harus dihubungkan dengan mengarahkan ke garis alamat bersama. Data dirubah pada peralihan waktu berjalan maksimal (CP).

          Data tiap-tiap shift register dipindahkan ke register tempat penyimpanan ketika input strobe (STR) tinggi. Data register tempat penyimpanan muncul pada output apabila output memungkinkan sinyal input (OE) tinggi.

          Dua serial output (QS1 dan QS2) dapat dipakai pada perbandingan sebuah shift dari alat 4094. Data dapat dipakai pada QS1 pada tepi waktu yang berjalan maksimal untuk memungkinkan operasi kecepatan tinggi dalam system perbandingan secara bertahap  yang mana waktu  otomatisnya cepat.  Informasi serial yang sama dapat dipakai pada QS2 dalam tahap tepi waktu berjalan minimal lanjutan dan untuk perbandingan alat 4094 ketika waktu otomatisnya lambat.

Table.3. Tabel Fungsi IC 4094

Clock

Out enable

Strobe

Data

Paralel Out

Serial Output

1

0

X

X

OC

QN

QS

QS

0

0

X

X

OC

OC

Q7

NC

1

1

0

X

NC

NC

Q7

NC

1

1

1

0

0

QN-1

Q7

NC

1

1

1

1

1

QN-1

Q7

NC

0

1

1

1

NC

NC

NC

Q7

 

 

5. Perangkat Lunak Mikrokontroler AT89S51

           Secara fisik, mikrokontroler bekerja dengan membaca instruksi yang tersimpan di dalam memory. Mikrokontroler menentukan alamat dari memori program yang akan dibacakan dan melakukan proses baca data di memori. Data yang dibaca diinterpresentasikan sebagai instruksi. Alamat instruksi disimpa oleh mikrokontroler deregister yang dikenal sebagai Program Counter (PC). Instruksi ini misalnya program aritmatika yang melibatkan dua register. Mikrokontroler AT89S51 memiliki sekumpulan instruksi yang sangat lengkap, yang mana instruksi tersebut adalah bahasa assembly keluarga mikrokontroler MCS-51. Berikut ini adalah instruksi-instruksi penting mikrokontroler AT89S51/52 :

  1. ACALL ( Absolute Call)

Instruksi ACALL digunakan untuk memanggil subrutin program.

  1. ADD (Add Immediate Data)

Instruksi ini akan menambah 8 bit data langsung ke dalam isi akumulator dan menyimpan hasilnya pada akumulator.

  1. ADDC (Add Carry Plus Immediate Data to Accumulator)

Instruksi ini akan menambah isi carry flag (0 atau 1) ke dalam isi akumulator. Data langsung 8 bit ditambahkan ke akumulator.

  1. ANL (Logical and Memori Ke Akumulator)

Instruksi ini meng-and-kan isi alamat data dengan isi akumulator.

  1. CJNE (Compare Indirect Address to Immediate Data)

Instruksi ini akan membandingkan data langsung dengan lokasi memori yang dialamati oleh register R atau akumulator A. apabila tidak sama, maka instruksi akan menuju ke alamat kode.

  1. CLR (Clear Accumulator)

Instruksi ini akan mereset data mereset data akumulator menjadi 00H.

  1. CPL ( Complement Accumulator)

Instruksi ini akan mengkomplemen isi akumulator.

  1. DA (Decimal Adjust Accumulator)

Instruksi ini akan mengatur isi akumulator ke padanan BCD, setelah penambahan dua angka BCD.

  1. DEC (Decrement Indirect Address)

Instruksi ini akan mengurangi isi lokasi memori yang ditujukan oleh register R dengan nilai 1, dan hasilnya disimpan pada lokasi tersebut.

  1. DIV (Devide Accumulator By B).

Instruksi ini akan membagi isi akumulator dengan isi register B. akumulator berisi hasil bagi, register B berisi sisa pembagian.

  1. DJNZ (Decrement Register And Jump ID Not Zero)

Instruksi ini akan mengurangi nilai register dengan 1 dan jika hasilnya sudah 0 maka instruksi selanjutnya akan dieksekusi. Jika belum 0 akan menuju ke alamat kode.

  1. INC (Increment Indirect Address)

Instruksi ini akan menambah isi memori dengan 1 dan menyimpannya pada alamat tersebut.

  1. JB (Jump If Bit Is Set)

Instruksi ini akan membaca data per satu bit, jika data tersebut adalah 1 maka akan menuju ke alamat kode dan jika 0 tidak akan menuju ke alamat kode.

  1. JC (Jump If Carry Is Set)

Instruksi ini akan menguji isi carry flag. Jika berisi 1, eksekusi menuju ke alamat kode. Jika berisi 0, instruksi selanjutnya yang akan dieksekusi.

  1. JNB (Jump if Carry Is Not Set)

Instruksi JNB akan membaca data per satu bit. Jika data tersebut adalah 0 maka akan menuju ke alamat kode, dan jika 1 tidak menuju ke alamat kode.

  1. JMP (Jump To Sum Of Accumulator And data Pointer)

Instruksi jump memerintahkan loncat ke suatu alamat kode tertentu.

  1. MOV

Instruksi  ini  untuk  memerintahkan  pemindahan  isi  akumulator/register atau data dari nilai luar atau alamat lain.

  1. ORL (Logical OR Immediate Data To Accumulator)

Instruksi ini digunakan sebagai instruksi gerbang logika OR yang akan menjumlahkan accumulator terhadap nilai yang ditentukan.

  1. RET ( Return From Subroutine)

Instruksi  ini  digunakan  untuk  kembali  dari  suatu  subrutin  program  ke alamat subrutin tersebut dipanggil.

  1. SETB (Set Bit)

Instruksi ini digunakan untuk memberikan logika 1 pada sebuah bit data.

  1. CLRB (Clear Bit)

Instruksi ini digunakan untuk member logika 0 pada sebuah bit data.

  1. MOVX (Move Accumulator To External Memory Addressed By Data Pointer)

Instruksi pop akan memindahkan isi akumulator ke memori data external yang alamatnya ditujukan oleh isi data pointer.

  1. POP (Pop Stack To Memori)

Instruksi ini akan menempatkan byte yang ditunjukkan oleh stack pointer ke suatu alamat data.

  1. PUSH ( Push Memori On To Stack)

Instruksi ini akan menaikkan stack pointer kemudian menyimpan isinya ke suatu alamat data pada lokasi yang ditunjuk oleh stack pointer.

  1. DB ( Define Byte)

Digunakan untuk member nilai tertentu pada memori di lokasi tersebut.

  1. RL (Rotate Accumulator Left)

Instruksi ini digunakan untuk memutar setiap bit pada akumulator satu posisi ke kiri.

  1. RR (Rotate Accumulator Right)

Instruksi ini digunakan untuk memutar setiap bit pada akumulatro stau posisi ke kanan.

 

 

Percobaan 1 : DOWNLOADER MIKROKONTROLER MCS-51

Percobaan 2 : SISTEM PENAMPIL ANGKA PADA DISPLAY DOT MATRIKS

Percobaan 3 : SISTEM RUNNING TEKS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

Percobaan 4 : SENSOR OBJEK DAN PENGGERAK MOTOR DC

Percobaan 5 : MIKROKONTROLER BACA MASUKAN DATA DARI KEYPAD 4X4 UNTUK MENAMPILKAN ANGKA PADA DISPLAY DOT MATRIKS

 

Untuk contoh percobaan dapat didownload lengkap dari link dibawah ini :

- 4shared     :  DOWNLOAD

- mediafie    :   DOWNLOAD

 

 

 

 

 

 




Terakhir Diupdate : 2016-10-25
rule